A.
Pengertian Al-Quran Secara Etimologi ( Bahasa )
Secara bahasa Al-Quran berasal dari bahasa Arab ,
yaitu qaraa-yaqrau-quraanan yang berarti bacaan. Hal itu dijelaskan sendiri
oleh Al-Quran dalam Surah Al-Qiyamah ayat 17-18
Artinya : Sesungguhnya atas tanggungan kamilah mengumpulkannya (di dadamu) dan
(membuatmu pandai) membacanya. Apabila Kami telah selesai membacakannya Maka
ikutilah bacaannya itu (QS. Al-Qiyamaah 17-18)
B. Pengertian
Al-Quran Terminologi (istilah)
a. Menurut Manna’ Al-Qhattan :
كَلَامُ اللهِ المُنَزًّلُ عَلَي مُحَمَّدٍ صَلَّي اللهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اَلْمُتَعَبَدُ بِتِلَاوَتِهِ
Artinya : kitab Allah yang diturnkan kepada Nabi Muhammad SAW dan orang yang
membacanya memperoleh pahala.
b. Menurut Al-Jurjani :
هُوَ اَلْمُنَزَّلُ عَلَى الرَّسُولِ المَكْتُوبِ فِى
الْمَصَاحِفِ اَلْمَنْقُولُ عَنْهُ نَقْلًا مُتَوَاتِرًا بِلَا شُبْهَةٍ
Artinya : yang diturunkan kepada Rasulullah SAW., ditulis dalam mushaf, dan
diriwayatkan secara mutawattir tanpa keraguan.
C. SEJARAH TURUNNYA AL QUR’AN
a. Metode Turunnya Wahyu
Al Qur’an
Al-Quran turun selama 22
tahun 2 bulan 22 hari, dari 17 Ramazan tahun 41 dari kelahiran Nabi sampai 9
Zulhijjah Haji wada`tahun 63 dari kelahiran Nabi atau 10 H Al-Quran turun
melalui tiga tahap yaitu :
Al Quran turun sekaligus dari Allah ke Lukh mahfudh
Al- Quran turun dari laukh mahfudh ke bait Al- izzah
(tempat yang berada dilangit dunia
Al-Quran turun dari bait Al- izzah ke hati Nabi
melalui perantara Jibril dengan berangsur-angsur, kadang satu ayat, dua ayat,
bahkaan satu surat
b. Metode Penulisan Al Qur’an
Pada masa nabi, wahyu yang diturnakan oleh Allah kepadanya tidak hanya di
eksprersikan dalam betuk hafalan tapi juga dalam bentuk tulisan. Sekretaris
pribadi nabi yang bertugas mencatat wahyu yaitu Abu Bakar, Umar bin Kahtab,
Khalid Bin Walid dan Mua`wiyah Bin Abi Sofyan. Mereka menggunakan alat tulis
sederhana yaitu lontaran kayu, pelepah kurma., tulang-belulang, dan batu.
Faktor yang mendorong penulisan Al-Quran pada masa Nabi yaitu membukukan hafalan
yang telah dilakukan oleh Nabi dan para Sahabat dan mempersentasikan wahyu
dengan cara yang paling sempurna.
D. KEMUKJIZATAN AL QUR’AN
Al-Qur`an sebagai kitab samawi terakhir yang diberikan
kepada Muhammad sebagai penuntun dalam rangka pembinaan umatnya sangatlah
fenomenal. Lantaran di dalamnya sarat nilai-nilai yang unik, pelik dan rumit
sekaligus luar biasa. Hal ini lebih disebabkan karena eksistensinya yang tidak
hanya sebagai ajaran keagamaan saja, melainkan ajaran kehidupan yang mencakup
total tata nilai semenjak hulu peradaban umat manusia hingga hilirnya.
Diantara nilai-nilai tersebut adalah pada aspek kebahasaannya,
isyarat-isyarat ilmiyah dan muatan hukum yang terkandung didalamnya. Saking
pelik, unik, rumit dan keluar biasanya tak pelak ia menjadi objek kajian dari
berbagai macam sudutnya, yang darinya melahirkan ketakkjuban bagi yang beriman
dan cercaan bagi yang ingkar.
Namun demikian, seiring dengan waktu dan kemajuan
intelkstualitas manusia yang diikuti dengan perkembangan ilmu pengetahuan modern,
sedikit demi sedikit nilai-nilai tersebut dapat terkuak dan berpengaruh
terhadap kesadaran manusia akan keterbatasan dirinya, sebaliknya mengokohkan
posisi Al-Qur`an sebagai kalam Tuhan yang Qudus yang berfungsi sebagai petunjuk
dan bukti terhadap kebenaran risalah yang dibawa Muhammad. Serentetan nilai
Al-Qur`an yang unik, pelik, rumit sekaligus luar biasa hingga dapat menundukkan
manusia dengan segala potensinya itulah yang lazimnya disebut dengan MUKJIZAT.